Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Awalnya Unta Mahluk Kutub Es?

0 komentar
Unta dikenal sebagai binatang yang hidup di daerah gurun dan kering. Namun, pada masa lalu di pertengahan era Pliosene, moyang hewan ini ternyata pernah hidup di daerah dingin, sangat dekat dengan kutub.

Fakta ini terungkap dari hasil temuan fosil unta oleh tim peneliti di Canadian Museum of Nature di Ottawa.



Tim peneliti yang dikomandani oleh paleobiolog Natalia Rybczynski berhasil menemukan fosil unta yang diperkirakan berusia 3,5 juta tahun di Pulau Ellesmere. Pulau itu terletak di bagian paling utara Kanada, Nunavut.

“Fosil ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa unta pernah hidup di daerah itu,” kata Rybczynski kepada Livescience.

“Temuan ini mengejutkan kami. Sebabnya, kita sering mengasosiasikan unta sebagai hewan yang hidup di habitat beriklim kering (arid) dan setengah kering (semi-arid),” urainya lagi.

Ada 30 buah tulang yang merupakan bagian tulang kering fosil unta yang berhasil ditemukan tim peneliti. Tulang-tulang itu kemudian diidentifikasi menggunakan metode collagen fingerprinting. Jumlah protein, bernama Kolagen Type I, yang terkandung dalam tulang tersebut dihitung.

Berdasarkan hasil analisis yang dipublikasikan pada Jurnal Nature Communications kemarin, terungkap bahwa nenek moyang unta yang ditemukan berusia 3,5 juta tahun dan ukurannya 1/3 kali lebih besar daripada unta modern yang hidup saat ini.

Rybczynski mengatakan, kondisi pada masa 3,5 juta tahun lalu memang memungkinkan bagi unta untuk bisa hidup di daerah dekat dengan kutub. Pertengahan era Pliosene itu dikenal dengan kondisinya yang hangat. Suhu global masa itu 2 - 3 derajat Celcius lebih hangat dari suhu saat ini.

Kedepannya, Rybczynski dan timnya berencana untuk meneruskan pencarian unta di daerah sekitar kutub utara. “Kami berharap bisa menemukan bukti lainnya,” kata Rybczynski.

Sumber:

Minggu, 10 Februari 2013

Mungkinkah Melakukan Perjalanan Melintas Waktu?

2 komentar
Mesin waktu selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diungkap. Berbagai film fiksi ilmiah dibuat dengan asas teori fisika yang sebenarnya memberi titik cerah akan pertanyaan mendasar ini, "Mungkinkah manusia melakukan perjalann melintasi waktu?" Jawabannya cukup singkat: Mungkin saja.

Bagaimana teori itu bisa dijabarkan, dan perjalanan seperti apa yang memungkinkan? Para ilmuwan telah meneliti teori relativitas Albert Einstein selama bertahun-tahun, dan menyatakan cara yang paling 'masuk akal' bagi manusia agar bisa menembus ruang dan waktu. 


mesin waktu/timemachine.wikia.com

Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menyadari soal kecepatan cahaya. Bahwa waktu berjalan semakin lambat saat kita bisa mendekati kecepatan cahaya.

Hal ini pernah diuji oleh Paul Davies, penulis buku "How to Build a Time Machine" dengan melihat pergerakan jam dalam kereta yang melaju sangat cepat. Ternyata jarum jam bergerak lebih lambat dibandingkan jam stationer.

Kesimpulan ini pun diajukan Brian Greene, penulis buku "The Universe Elegant" yang juga seorang fisikawan di Universitas Columbia. 

"Jika Anda ingin tahu seperti apa bumi satu juta tahun dari sekarang, saya akan memberitahu Anda bagaimana untuk melakukan itu," kata Greene. 

"Buatlah sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mencapai kecepatan cahaya. Lalu naik di dalamnya selama beberapa waktu, dan ayo kembali ke bumi setelah itu. Setelah melangkah keluar dari pesawat, Anda akan memiliki usia mungkin satu tahun, sementara bumi akan berusia satu juta tahun. Anda akan melakukan perjalanan ke masa depan bumi."

Teori ini mungkin bisa lebih mudah dipahami bila Anda menonton film seri "No Ordinary Family" yang mengisahkan keluarga super dengan bakatnya masing-masing. Sang istri bisa bergerak sangat cepat seperti Flash, sehingga dalam satu episode ia bisa melangkah ke masa depan.

Namun, kecepatan cahaya bukan satu-satunya cara untuk menembus waktu. Massa juga mempengaruhi waktu. 

"Waktu berjalan sedikit lebih cepat di ruang angkasa daripada yang dilakukannya di atas bumi," kata Davies. Jam kapal satelit yang mengorbit mengalami dilatasi waktu karena kedua kecepatan orbit dan jarak yang lebih besar dari pusat gravitasi bumi.

Bila perjalanan menuju masa depan sangat mungkin, bagaimana dengan kembali ke waktu masa lalu? Setidaknya ada 3 teori yang hingga saat ini masih berupa hitung-hitungan di atas kertas, belum sampai tingkat pembuktian.

1. Wormhole

Wormhole atau lubang cacing adalah jalan pintas melalui ruang dan waktu. Jika digambarkan melalui bidang datar, seperti kertas yang dilipat, lubang cacing membengkokan bidang tersebut, sehingga kedua ujung akan saling bertemu.




"Wormhole adalah seperti terowongan atau jalan pintas antara dua titik yang jauh," kata Davies, "Jadi misalnya, jika saya memiliki lubang cacing di kamar hotel saya dan saya melompat melaluinya, maka saya tidak akan keluar di Pennsylvania Avenue. Saya mungkin akan keluar dekat sisi lain dari galaksi."

Menurut fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, lubang cacing yang terjadi pada tingkat kuantum secara teoritis bisa memberikan pijakan untuk perjalanan waktu. Namun Hawking masih mempertanyakan, seandainya perjalanan waktu dengan wormhole sudah dilakukan, seharusnya kita saat ini bisa bertemu dengan orang-orang dari masa depan yang datang ke jaman kita sebagai wisatawan waktu.

"Sejumlah pertanyaan tentang perjalanan waktu tetap belum terjawab. Akankah ada wisatawan waktu dari masa depan yang pernah muncul untuk membantu kami keluar? Kami hanya harus menunggu dan melihat. Tetapi jika mereka datang ke sini menggunakan mesin waktu lubang cacing, kita harus membangun yang pertama," papar Hawking. Nyatanya kisah tentang orang yang mengaku pernah naik mesin waktu belum bisa dibuktikan, dan masih berbau hoax belaka (lihat artikel orang-yang-mengaku-pernah-naik-mesin waktu).

2. Dimensi Keempat

Dalam fisika, waktu digambarkan sebagai dimensi seperti panjang, lebar, dan tinggi. Contoh, ketika kita melakukan perjalanan dari rumah ke sebuah toko, itu artinya kita bepergian melalui arah dalam ruang, membuat kemajuan di semua dimensi spasial lebar-panjang, dan tinggi.

Nah, dimensi keempat adalah yang disebut sebagai ruang-waktu. "Ruang dan waktu yang kusut bersama-sama diibaratkan dengan kain empat dimensi yang disebut ruang-waktu," kata Charles Liu, seorang astrofisikawan dengan City University of New York, College of Staten Island.


science.howstuffworks.com


Ruang-waktu, menurut Liu, dapat dianggap sebagai bagian dari spandex - serat sintetik dengn elastisitas yang luar biasa - dengan empat dimensi.

"Ketika sesuatu yang memiliki massa-Anda dan saya, obyek, planet, atau bintang-duduk di potongan empat dimensi spandex, menyebabkannya untuk membuat lesung pipi," katanya."Lesung Itu adalah manifestasi dari ruang-waktu untuk mengakomodasi massal ini." 

Singkatnya begini, lesung-pipi waktu yang dimaksud Liu adalah pembengkokan ruang-waktu. Hal ini bisa membuat obyek bergerak pada jalur melengkung.. Teori dimensi keempat ini masih ada hubungannya dengan lubang cacing atau wormhole.

3. Cosmic String
Teori lain adalah kosmik string, yakni semacam tabung energi yang membentang di seluruh alam semesta yang terus berkembang. Daerah-daerah di sisa dari kosmos awal, diperkirakan mengandung sejumlah besar massa dan karenanya dapat menggulung ruang-waktu di sekitar mereka.

simulasi cosmic string / aether.lbl.gov

String kosmik terjadi terus berulang, tanpa akhir karena alam semesta terus berkembang. Pendekatan dua string yang bergerak sejajar (paralel) satu sama lain, akan membengkokkan ruang-waktu begitu keras hingga memungkinkan seseorang bisa membuat perjalanan waktu. Teori ini dikemukakan oleh J. Richard Gott, fisikawan dari Princeton University dan penulis “Time Travel in Einstein's Universe”. 

Bagaimanapun, 3 teori di atas masih memberi kesimpulan yang sama di mata para ilmuwan. Bahwa, perjalanan waktu adalah mungkin, sepanjang manusia melompat ke masa depan dan tidak ke masa lalu. 

Mengapa? Karena hukum aksi-reaksi masih berlaku di alam semesta. Suatu perbuatan di suatu waktu akan berpengaruh di masa berikutnya. Misalnya saja, seseorang bisa kembali ke masa silam lalu membunuh kakek atau neneknya, maka apa yang terjadi? Keseimbangan alam akan terganggu, demikian juga perjalanan sejarah ikut berubah.

Kamis, 07 Februari 2013

Mau Melatih Otak Efisien? Seringlah Bicara Bilingual

0 komentar
Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.




Percobaan
Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.

Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa. 

"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.

Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.

Selasa, 05 Februari 2013

8 Penemuan Hebat oleh Wanita

0 komentar
Di akhir abad ke-20, hanya 10 persen paten penemuan yang diberikan pada kaum perempuan. Bukan berarti kalah pintar dari kaum pria, melainkan butuh waktu puluhan dan mungkin ratusan tahun hingga kaum perempuan bisa sejajar di mata pria. 

Contohnya Sybilla Masters yang hidup di abad 18 saat Amerika masih terkenal dengan jaman "wild-wild west". Ia berinovasi dalam proses pembuatan tepung jagung. Hasil temuannya didaftarkan untuk mendapat paten saat pulang ke Inggris di tahun 1715. Ironis, karena masa tersebut tidak mengakui hak kekayaan intelektual bagi kaum perempuan, maka suaminya, Thomas yang berhak mendapat paten. 

Barulah di tahun 1809 Mary Dixon Kies menjadi wanita Amerika pertama yang berhak mendapat paten atas namanya sendiri. Ia berhasil mengembangkan mesin tenun jerami pembuat topi. Sejak itu, kaum perempuan mulai bisa diterima di antara hegemoni kaum pria.

Menyebut daftar temuan yang digagas oleh kaum perempuan kini banyak sekali. Kita akan lihat 10 daftar saja yang sangat berguna dalam kehidupan.

1. Aramid atau Kevlar 


Aramaid atau Kevlar adalah bahan pada baju anti peluru. Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont. Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach) dan selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar.

Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di bidang pesawat terbang, tank, dan antariksa (roket). Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.

2. Polonium dan Radium


Marie Curie adalah ahli kimia dan fisika Perancis kelahiran Polandia yang sampai sekarang merupakan satu-satunya orang yang pernah mendapatkan hadiah nobel di dua bidang yang berbeda, yaitu fisika dan kimia. Penemuannya dibidang radioaktif membuat Marie Curie masuk ke dalam daftar penemu yang berpengaruh kepada dunia. Marie Curie adalah wanita pertama pemenang nobel dan juga adalah wanita pertama yang menjadi professor di universitasnya, Universities of Paris.

Karya dan penelitian Marie Curie membuat para ahli kimia dan fisika mengerti bagaimana cara mengumpulkan sumber-sumber material yang mengandung radioaktif untuk menyembuhkan penyakit sekaligus untuk keperluan riset yang lebih dalam pada zat-zat radioaktif.

3. Chocolate Chip Cookies 



Kue kering chocolate chip paling enak disantap sore hari sambil minum teh. Penemunya adalah Ruth Wakefield, ahli gizi dan dosen makanan. Ia dan suaminya pindah ke Boston dan membuka usaha penginapan. Pada suatu hari di tahun 1930 ia sedang menyiapkan hidangan untuk tamu. Wakefield membutuhkan coklat leleh agar resepnya sempurna, sayang ia kehabisan bahan. Akhirnya ia mengambil batangan cokelat Nestle, dihancurkan kecil-kecil dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat tersebut akan mencair. Ternyata yang dihasilkan justru cokelat yang menggumpal kecil-kecil. Itulah sejarah kelahiran chocolate chips.

4. Mistake Out



Sekitar tahun 1951, Ms Graham menjadi sekretaris eksekutif yang sering mengetik dokumen penting. Agar tak usah mengulang mengetik dokumen setiap kali ada salah ketik, ia menggunakan cat putih yang ia ramu sendiri. Ternyata cat putih plus kuas kecil yang dinamakannya Mistake Out itu disukai teman-temannya juga. Akhirnya ia mendirikan pabrik Mistake Out.

5. COBOL



Laksamana Grace Murray Hooper bergabung dengan militer pada tahun 1943 dan ditempatkan di Harvard University, di mana dia bekerja pada IBM Harvard Mark I komputer, komputer berskala besar pertama di Amerika Serikat. Pada tahun 1950, Laksamana Hopper menemukan compiler, yang menerjemahkan perintah bahasa manusia (Inggris) ke kode komputer. Perangkat ini berarti bahwa programmer bisa membuat kode lebih mudah dan dengan sedikit kesalahan. 

Compiler kedua yang diciptakannya adalah Arus-Matic, digunakan untuk program UNIVAC I dan II - komputer generasi pertama yang tersedia untuk kepentingan komersial. Laksamana Hopper juga mengawasi perkembangan bahasa Business-Oriented Umum (COBOL), salah satu bahasa pemrograman komputer pertama.

6. Colored Flare System





Colored Flare System (CFS) adalah alat komunikasi atau juga tanda darurat seperti yang digunakan kapal laut pada malam hari. Siapa sangka di balik temuan hebat ini hasil kerja keras seorang wanita tangguh, Martha Coston.

Pada tahun 1847 di usia ke-21 ia harus menjanda dengan tanggungan 4 orang anak saat suaminya meninggal. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, hingga suatu hari membolak-balik catatan milik suaminya dan menemukan rancangan alat komunikasi untuk kapal laut pada malam hari.

Coston lalu menghabiskan waktu hingga 10 tahun merevisi dan menyempurnakan desain suaminya tersebut. Ia berkonsultasi dengan para ilmuwan dan pihak militer tapi belum menemukan jawaban yang tepat. Hingga akhirnya suatu malam saat membawa anak-anaknya melihat kembang api, ia mendapat ide yang bisa diterapkan pada alat buatannya.

Ironis, walau ia sudah membantu pihak militer selama Perang Sipil dengan menghabiskan 1.200.000 CFS, justru ia berutang hingga USD 120,000 dan pihak Angkatan Laut Amerika saat itu tidak mau membayar hanya karena alasan bodoh: bahwa Coston seorang wanita.

7. Dishwasher


Dishwasher ciptaan Cochrane dishwasher modern Pada tahun 1883 Josephine Cochrane ditinggal mati suaminya berikut warisan hutang yang besar. Dalam keputus-asaan otaknya bekerja keras membuat mesin pencuci piring (dishwasher). Akhirnya di tahun 1886 mesin itu pun selesai dan mendapat paten. Awalnya ia kesulitan menjual mesin tersebut karena dishwasher buatannya membutuhkan air panas agar bisa berfungsi, sementara pada masa tersebut tak banyak rumah tangga yang memiliki mesin pemanas air. Akhirnya Cochrane berfokus pada hotel dan restoran besar. Alasan Cochrane agar mesinnya laku, dengan dishwasher maka pengusaha hotel dan restoran tidak perlu menggaji banyak karyawan hanya untuk pekerjaan cuci piring.

8. Wiper 



Pada awal abad ke-20, Mary Anderson berkunjung ke New York. Kondisi di kota 'Big Apple' saat itu baru mulai ramai oleh lalu-lintas mobil walau belum begitu banyak.

Selama berwisata, ia naik trem dan setiap beberapa menit selalu berhenti karena supir harus menyeka salju di kaca depan. Kebetulan saat itu musim dingin. Mary Anderson memperhatikan hal ini, ternyata semua supir melakukan hal yang sama.

Saat ia pulang ke Alabama, dirancanglah sebuah alat yang bisa melekat pada kaca kendaraan. Saat sopir harus membersihkan kaca, ia tak perlu turun dan cukup menarik pegangan pada gagang tersebut untuk membersihkan salju.

Mary Anderson menerima paten pada tahun 1903, dan 10 tahun kemudian mobil-mobil di Amerika sudah menggunakan wiper ciptaannya.